Kabupaten Cirebon merupakan salah satu lokasi terpilih untuk kegiatan pengecekan lokasi pengukuran status hara yang sudah pernah dilakukan dengan PUTS dalam rangka kegiatan Pengembangan Teknologi Informasi Rekomendasi Pemupukan dengan WEB berbasis GIS Mendukung Sistem Pemupukan Berimbang dan Terpadu Spesifik Lokasi. Terpilihnya Kabupaten Cirebon didasarkan pada penyebaran PUTS yang memiliki sebaran cukup banyak dengan penggunaan yang optimal.Kunjungan Tim SINTA informasi Website PUTS Balittanah/BBSDLP ke Cirebon pada tanggal 7-9 Agustus 2009 pada hari pertama diawali dengan kunjungan ke Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon. Tim SINTA Informasi Website PUTS langsung diterima oleh Kepala Badan dan segenap seksi-seksi terkait. Dalam melakukan kunjungan lapang tim dibantu oleh 2 orang staf masing-masing membidangi masalah teknis pertanian dan satu orang koordinator lapang serta 6 orang penyuluh pertanian lapang.
Pengecekan lokasi dan hasil pengukuran status hara
Lokasi pengukuran status hara yang sudah pernah dilakukan dengan PUTS sejak tahun 2006/2007 memiliki 25 kecamatan yang terdiri atas 302 desa dengan jumlah pengukuran setiap desa 1 lokasi dan jumlah penyebaran PUTS yang digunakan sebanyak 58 unit.Hasil pengukuran status hara N, P dan K yang sudah pernah dilakukan dengan PUTS setiap kecamatan bervariasi mulai dari rendah, sedang, dan tinggi. Rekomendasi status hara hasil pengukuran dengan PUTS pada lahan sawah bertsatus N rendah, sedang dan tinggi masing-masing dipupuk dengan 300, 250 dan 200 kg/ha urea. Lahan sawah berstatus hara P rendah, sedang dan tinggi masing-masing 100, 75 dan 50 kg/ha SP-36 atau 200, 150 dan 100 kg/ha Superphos dan status hara K rendah, sedang dan tinggi dipupuk dengan 100, 75 dan 50 kg/ha KCl.
Penjajagan pengembangan jaringan komunikasi dan pemanfaatan hasil PUTS
Dalam upaya kegiatan pegembangan jaringan komunikasi PUTS telah dilakukan wawancara dengan petani, kontak tani dan para penyuluh di lapangan. Kegiatan pengembangan jaringan komunikasi PUTS telah disosialisasikan langsung dengan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon beserta staf terkait. Selanjutnya diharapkan sosialisasi diteruskan kepada sebanyak 138 orang penyuluh sebagai contact person awal di lapangan Sedangkan pemanfaatan hasil pengukuran dengan PUTS dilakukan melalui wawancara baik dengan pengguna hasil, yaitu petani maupun penyuluh.
Pengujian lokasi dan hasil pengukuran status hara
Lokasi pengukuran status hara yang sudah pernah dilakukan dengan PUTS diplotkan ke dalam peta rupa bumi skala 1:25.000 kemudian dilakukan penghitungan kordinat, berdasar titik temu antara bujur timur dan lintang selatan. Dari kordinat lokasi hasil perhitungan kemudian di uji di lapangan dengan cara melakukan pengukuran kordinat ulang pada beberapa lokasi menggunakan GPS (Global Position System). Hal ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa lokasi pengambilan contoh tanah tempat yan sama.Hasil pengukuran status hara yang sudah pernah dilakukan dengan PUTS kemudian dilakukan pengecekan dengan cara mengambil kembali contoh tanah pada kordinat yang sama dari beberapa lokasi kemudian dilakukan pengukuran ulang dengan PUTS.
STATUS HARA TANAH SAWAH KABUPATEN CIREBON
[Deskripsi lengkap menyusul]


