Kondisi lokasi dan geografis Posisi geografi Kabupaten Kediri terletak antara 111o 47' 05" sampai dengan 112o 18'20" Bujur Timur dan 7o 36' 12" sampai dengan 8o 0' 32 Lintang Selatan. Wilayah Kabupaten Kediri diapit oleh 5 Kabupaten, yakni : - Sebelah Barat :Tulungagung dan Nganjuk
- Sebelah Utara : Nganjuk dan Jombang
- Sebelah Timur : Jombang dan Malang
- Sebelah Selatan : Blitar dan Tulungagung
Kondisi topografi terdiri dari dataran rendah dan pegunungan yang dilalui aliran sungai Brantas yang membelah dari selatan ke utara. pada tahun 2005 suhu udara berkisar antara 23o C sampai dengan 31o C dengan tingkat curah hujan rata-rata sekitar 1652 mm per hari. secara keseluruhan luas wilayah ada sekitar 1.386.05 KM2 atau + 5%, dari luas wilyah propinsi Jawa Timur (Sumber: www.kediri.go.id)
Hasil Pengamatan dan wawancara
Dari hasil kunjungan lapang wawancara yang dilakukan dengan petani diperoleh informasi sebagai berikut:
- Petani umumnya mengetahui keberadaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) yang mereka sebut sebagai alat untuk mengukur kebutuhan pupuk dan kesuburan tanah.
- PUTS yang digunakan dapat berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten maupun dari pihak swasta yang telah memanfaatkan PUTS untuk uji produk yakni benih jagung
- Pengambilan sampel tanah komposit dilakukan oleh petani (desa Tanjung di kecamatan Pagu) dan dilakukan oleh petugas pertanian (mantri tani) di desa kecamatan.
- Pengambilan contoh tanah komposit yang dilakukan oleh petani, masih harus dikaji ulang, karena umumnya petani tidak mendapatkan penjelasan yang cukup tentang cara pengambilan contoh tersebut yang meliputi lokasi, penyebaran contoh dan pencampuran.
- Terdapat 13 kecamatan yang telah menggunakan PUTS, namun tidak semua kecamatan berhasil diwawancari.
- Dari hasil pengujian yang dilakukan (berdasarkan hasil wawancara di beberapa tempat) diperoleh rekomendasi yang bervariasi, namun petani mengatakan bahwa rekomendasi dari PUTS umumnya lebih rendah dari dosis pupuk yangs selama ini diaplikasikan. Akibatnya produksi menjadi lebih rendah dibandingkan dengan produksi sebelumnya.
- Bila petani mengikuti sepenuhnya rekomendasi hasil uji PUTS, maka mereka melakukan penambahan pupuk organik untuk menjaga tingkat produksi. Pupuk organik yang diberikan dapat berupa pupuk kemasan (….. ) maupun berupa pupuk kandang.
- Petani jarang mengaplikasikan pemberian pupuk organik berupa jerami padi, karena kebutuhan pakan ternak dari jerami sangat tinggi. Hal ini terjadi di setiap lokasi.
- Beberapa petani mengetahui bahwa tanahnya dilakukan pengujian, namun tidak mendapatkan informasi balik berupa hasil pengujian dan rekomendasi dari PUTS. Akibatnya petani tetap menggunakan dosis pemupukan yang selama ini mereka lakukan.
- Secara umum pemupukan menjadi kebutuhan utama petani untuk setiap komoditas yang mereka usahakan. Oleh sebab itu kebutuhan pupuk menjadi sangat tinggi, terutama jenis pupuk an-organik.
- Menurut pengakuan petani, pemupukan menjadi bagian utama sistem budidaya tanaman. Hampir setiap tanaman yang diusahakan selalu diberi perlakukan pemupukan, namun terdapat kecenderungan pemberian pupuk yang lebih banyak dari yang direkomendasikan. Hal tersebut menyebabkan penggunaan pupuk menjadi tidak efisien.
- Penggunaan pupuk organik hendaknya terus disarankan, agar penggunaan pupuk an-organik menjadi berkurang, yang pada akhirnya selain meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk, menjaga kelestarian lingkungan, serta mengurangi tingkat kerusakan fisik tanah.
- Dalam satu tahun umumnya petani hanya menanam padi 1 kali, hal ini disebabkan terbatasnya persediaan air pada saat musim kemarau (MK) I maupun MK II. Alasan lainnya adalah usaha palawija dan tanaman sayuran lebih menguntungkan dibandingkan dengan padi sawah. Pada saat musim kemarau kebutuhan air dipasok dari sumur bor (pompa air) yang dibuat disetiap areal sawah milik petani. Pola tanam yang umunya diterapkan oleh petani adalah Padi - Palawija/Horitkultura - Palawija/Hortikultura.
- Komoditas palawija yang diusahakan adalah kacang tanah dan jagung, sedangkan untuk hortikultura adalah cabe merah, cabe rawit, kacang panjang, semangka, bawang merah. Pada musim kemarau, jagung menempati luas tanam yang lebih banyak dibandingkan komoditas lain. Selain tanaman padi, palawija, dan hortikultur dijumpai juga tanaman tebu. Hampir di seluruh desa dan kecamatan dijumpai tanaman tebu. Tebu diusahakan karena tersedianya pabrik gula yang manampung hasil panen petani, di sisi lain tebu adalah tanaman perkebunan yang berumur lebih panjang dari padi dan palawija serta memerlukan perawatan yang lebih sedikit.
- Dari segi hasil panen, petani hampir tidak menjumpai kesulitan dalam hal pemasatan. Hampir semua produk dapat dijual dengan mudah dan mendapatkan pembeli atau pemesan, selain sebagian kecil (misalnya: padi) untuk dikonsumsi sendiri. Beberapa komoditas bahkan dijemput langsung oleh para pembeli penampung di lahan mereka.


