Kabupaten Lampung Timur terletak 4o 37’ - 5o 37’ LS dan antara 105o 15’ - 106o 20’ BT. Dengan ibu kota di Sukadana. Kabupaten Lampung timur ini di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Lampung Selatan, di sebelah utara berbatasan dengan Lampung Tengah dan Kabupaten Tulang Bawang, di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Lampung Tengah sedangkan di sebelah timur berbatasan dengan Laut Jawa. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 5.425,03 km2 dan berpenduduk sebesar 869.428 jiwa (sensus 2000). Kabupaten ini memiliki semboyan Bumei Tuwah Bepadan. Secara administrasi Kabupaten Lampung Timur terbagi menjadi 23 kecamatan.
Berdasarkan topografi Lampung Timur dibagi menjadi lima daerah, yaitu: (1) daerah berbukit sampai bergunung terdapat di Kecamatan Jabung, Sukadana, Sekampung Udik, dan Labuhan Maringgai, (2) daerah berombak sampai bergelombang, yang dicirikan oleh bukit-bukit sempit, dengan kemiringan antara 8 – 15% dan ketinggian antara 50 – 200 m dpl, (3) daerah dataran aluvial, meliputi kawasan pantai bagian timur dan daerah-daerah sungai Way Seputih dan Way Pengubuan. Ketinggi kawasan tersebut berkisar antara 25-75 m dpl dengan kemiringan 0-3%, (4) daerah rawa pasang surut disepanjang pantai timur dengan ketinggi 0,5-1 m dpl, dan (5) daerah aliran sungai (DAS) yaitu Seputih, Sekampung dan Way Jepara (http://www.lampungtimurkab.go.id/info/Geotopografi/).
Berdasarkan Smith dan Ferguson Kabupaten Lampung Timur termasuk dalam kategori iklim B, yang dicirikan oleh bulan basah selama 6 bulan (Desember-Juni) dengan temperatur rata-rata 24-34o C. Curah hujan tahunan sebesar 2.000-2.500 mm.
Luas panen padi sawah pada tahun 2006 74.565 ha, produktivitas 45,61 ku/ha dan produktivitas 340.083. Potensi lahan pertanian tanaman pangan adalah untuk tanaman padi sawah, jagung dan singkong. Selain tanaman pangan juga banyak dikembangkan tanaman tahunan seperti karet, kelapa, lada, kopi, kelapa sawit, kakao dan cengkeh.


Hasil Pengamatan dan wawancara
Dari hasil kunjungan lapang wawancara yang dilakukan dengan petani diperoleh informasi sebagai berikut:
- Petani umumnya setuju penggunaan Perangkat Uji Tanah Sawah (PUTS) untuk menyusun rekomendasi pemupukan yang tepat. Menurut sebagain petani dosis pupuk berdasarkan PUTS sudah tepat.
- Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK) oleh sebagian petugas penyuluhan dan petani sudah digunakan, namun rekomendasi pemupukan belum dilakukan karena kesulitan mendapatkan kapur pertanian.
- Data hasil penggunaan PUTS dan rekomendasi pemupukan diperoleh dari 6 kecamatan dari 23 kecamatan di Lampung Timur. PUTS dan PUTK yang digunakan berasal dari Dinas Pertanian Kabupaten.
- Pengukuran status hara dengan PUTS atau PUTK dilakukan bersama oleh petugas penyuluhan dan petani.
- Sebagian petani menyatakan bahwa penerapan rekomendasi pemupukan berdasarkan hasil analisis dengan PUTS dapat meningkatkan hasil padi sawah dan menurunkan menggunaan pupuk anorganik.
- Contoh tanah yang akan diukur status haranya diambil oleh petani yang sebelumnya dijelaskan oleh penyuluh.
- Terdapat 6 kecamatan yang telah menggunakan PUTS, namun hanya 3 kecamatan berhasil diwawancari.
- Petani mulai menggunakan bahan organik baik dari pupuk kandang maupun dari jerami padi sisa hasil panen.
- Sebagian besar tanaman jagung ditanam pada lahan sawah yang tidak mendapat pengairan untuk disawahkan.
- Sebagian lahan kering ditanami singkong, untuk itu terdapat petugas pertanian yang menanyakan kemungkinan hasil analisis PUTK untuk pengembangan rekomendasi pemupukan untuk tanaman singkong.
- Hampir semua responden setuju apabila rekomendasi pemupukan dapat dilakukan dengan web online, dan petani sangat senang kalau rekomendasikan dikembangkan dengan sms.
- Semua responden siap meluangkan waktu untuk memberikan informasi kepada Balai Penelitian Tanah.


